
YOGYAKARTA - Biaya pendidikan di Indonesia masih cukup tinggi. Tak heran, banyak yang berusaha mendapatkan beasiswa agar beban biaya pendidikan tidak memberatkan. Namun, tak mudah untuk mendapatkan beasiswa tersebut.
"Banyak sekali kesempatan mendapat beasiswa, tapi sering kali orangtua, siswa, dan mahasiswa tidak tahu," tutur Anies usai meninjau pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMP di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School, Prambanan, Sleman, Kamis (12/5/2016).
Untuk itu, kata dia, pencari beasiswa harus menggali informasi tentang beasiswa tersebut. Banyak jalan yang bisa dilakukan supaya mendapatkan informasi yang lengkap tentang beasiswa.
"Jadi para siswa cari tau, mulai online, tanya ke dinas, sekolah, cari tau bagaimana memperoleh beasiswa," katanya.
Mantan Rektor Universitas Paramadina itu mengaku bahwa sumber pembiayaan seperti beasiswa ada banyak. Hanya, tidak diketahui masyarakat karena tidak dicari. Pencarian itu wajib bagi yang ingin mendapat beasiswa.
"Jadi kalau hanya menunggu saja tidak dapat, (beasiswa) tidak datang dengan sendiri. Caranya mendapatkan harus aktif mencari, jangan pasif menunggu," jelasnya.
Anies menjelaskan, pemerintah juga sudah memiliki program pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo untuk siswa. Program itu untuk meringankan beban biaya pendidikan di negeri ini.
"Tadi kita berikan KIP di SMP N 1 Prambanan, itu ada program Presiden Jokowi, kita laksanakan. Alhamdulillah, sejauh ini sudah 12 juta kartu dikirim," jelasnya.
Anies mengaku masih ada yang belum didistribusikan ke siswa KIP tersebut. Butuh waktu dalam pemberian KIP tersebut secara berkala dan berkelanjutan.
sumber:news.okezone.com




